Ini 8 Fakta Parfum, Salah Satunya Bisa Jadi Noda Di Baju

Ini 8 Fakta Parfum, Salah Satunya Bisa Jadi Noda Di Baju

Selain untuk mendapatkan kesegaran, parfum atau minyak wangi dipakai dalam menetralkan bau badan yang kurang sedap. Aroma tubuh setelah bangun tidur misalnya, bisa ditutupi dengan menggunakan parfum di area badan tertentu.

Dan tahukah Anda? Ternyata kebiasaan memakai parfum ini sudah ada sejak zaman kuno loh..

Dikutip dari laman Merdeka, ada beragam fakta unik terkait keberadaan parfum. Inilah di antaranya:

Ada di zaman Mesir Kuno. Masyarakat Mesir kuno diketahui telah lama memiliki kebiasaan menggunakan wewangian. Mereka menggunakannya agar bau badan yang tidak sedap tidak sampai menyebar. Dan, minyak wangi yang pertama kali dipatenkan terjadi di tahun 1988.

Parfum akan membunuh bakteri. Pemicu tidak sedapnya aroma tubuh adalah bakteri. Semakin tinggi aktivitas bakteri, terutama pada lipatan tubuh, keringat pun menjadi bau. Parfum yang telah dilengkapi antibakteri akan memutus proses pembentukan kimia tertentu pemicu bau tubuh oleh bakteri.

Meski memakai deodorant, proses berkeringat pada tubuh tidak berhenti. Kadang ditemukan klaim produk deodorant yang mengatakan bisa mengurangi keringat hingga 100 persen. Hal ini tidak benar lantaran kemampuan pewangi untuk menekan produksi keringat maksimal 20 persen.

Tubuh dapat beradaptasi dengan parfum. Sekalipun Anda gonta-ganti parfum, tubuh beradaptasi. Dengan demikian tubuh menjadi menjadi kebal dengan bahan-bahan penahan keringat dan cairan alami tersebut kembali diproduksi seperti biasa.

Keringat pria lebih banyak. Ada anggapan jika keringat yang keluar dari tubuh wanita lebih banyak sehingga cukup beragam parfum difokuskan untuk mereka. Padahal sebenarnya pria justru lebih tinggi produksi keringatnya.

Tidak setiap orang perlu menggunakan parfum. Pasalnya, ada juga rang yang memiliki produksi keringat lebih sedikit dan cenderung tidak mengalami masalah bau badan.

Parfum meninggalkan noda kuning pada baju. Salah satu teorinya mengatakan seperti itu. Reaksi antara parfum dengan keringat atau kulit diduga menimbukan masalah kuning di baju. Tapi hal tersebut belum ada pembuktian secara ilmiah.

Parfum dapat diracik sendiri menggunakan bahan-bahan alami. Sayangnya tidak semua orang mau untuk repot membuatnya.

One Comment

  1. Ternyata begitu rupanya ya. Dulu nenekku sering menggunakan bunga melur untuk diletakkan disanggulnya, katanya sih biar wangi, terus juga sering ditaruk bunga2 khas Aceh, seperti bunga selanga, dan mawar di kantong bajunya. Mungkin sebagai pengganti parfum kali ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *