Keiistimewaan Kopi Aceh, Kopi Indonesia yang Mendunia

Hai teman-teman Indie, apa kabarnya ni? Ngomong-ngomong Indie itu apaan sih guys? Jadi Indie adalah singkatan dari Independent, nah biasanya orang-orang yang mengaku dirinya sebagai anak Indie adalah orang-orang mandiri yang menikmati hidupnya dari sudut pandang tersendiri dalam dirinya. Nah, kalau kita bahas tentang anak-anak Indie pasti gak jauh-jauh dari kopi dan senja, istilahnya kopi dan senja adalah perpaduan sempurna untuk menikmati hidup ini.

Biji Kopi Aceh
Biji Kopi Aceh

Selain menikmati langsung rasa kopi dengan cara meminumnya, saat ini kita juga bisa menikmati  aroma kopi yang dibuat dalam bentuk parfum atau pengharum. Sehingga aroma kopi yang dihasilkan dapat memberikan energi dan semangat baru kepada siapapun yang menggunakan parfum dengan aroma kopi.

Minyeuk Pret Coffee
Minyeuk Pret Varian Coffee
Minyeuk Pret Sanger Espresso
Minyeuk Pret Varian Sanger Espresso

Contohnya seperti Minyeuk Pret, parfum lokal yang memiliki varian aroma Coffee dan Sanger Espresso. Kedua varian kopi ini memberikan kesan maskulin dan aroma kopi yang kuat, sehingga memberikan kesan energik kepada penggunanya.

Kopi sendiri adalah minuman yang mengandung kafein, biasanya orang yang mengonsumsi minuman kopi akan merasakan energi yang berbeda, seperti mendapatkan inspirasi baru dan juga membuat seseorang tidak mengantuk, lebih segar dan fokus. Kopi memilliki nama latin yaitu coffea. Untuk jenis Kopi Robusta nama latinnya yaitu Coffea Canephora L. dan untuk jenis Kopi Arabika nama latinnya yaitu Coffea Arabica L.

Terus, kamu tau gak sih perbedaan antara Kopi Arabika dengan Kopi Robusta? Atau kamu hanya sekedar menikmati kopi tanpa mengetahui perbedaannya?

Nah, ini dia penjelasan perbedaan antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Pertama, Kopi Arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 meter di atas permukaan laut, daerah seperti ini termasuk daerah dengan kawasan dataran tinggi yang memiliki suhu sejuk antara 16-20 derajat celcius.

Biji Kopi
Biji Kopi

Sedangkan Kopi Robusta tumbuh di dataran rendah yakni di bawah 700 meter di atas permukaan laut. Jenis Kopi Robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat. Pertumbuhan Kopi Robusta terbilang banyak, namun lebih mudah atau rentan diserang oleh serangga.

Perbedaan selanjutnya yaitu pada bentuk biji. Biji Kopi Arabika berbentuk pipih dan sedikit memanjang, selain itu biji Kopi Arabika juga memiliki ukuran biji yang terbilang besar, dan memiliki tekstur yang lebih halus.

Biji Kopi Arabika dan Biji Kopi Robusta
Biji Kopi Arabika dan Biji Kopi Robusta
Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Biji Kopi Arabika dan Biji Kopi Robusta

Sedangkan untuk biji Kopi Robusta bentuknya lebih bulat dibandingkan dengan biji Kopi Arabika dan terlihat lebih padat. Untuk ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan biji Kopi Arabika, dan memiliki tekstur yang lebih kasar. Dengan bentuk biji yang berbeda, proses roasting biji Kopi Arabika dan biji Kopi Robusta pun juga berbeda.

Kadar kafein yang dihasilkan kedua jenis kopi ini juga berbeda, Kopi Arabika mengandung kafein sekitar 0,9-1,4%. Dengan kafein yang terbilang rendah membuat Kopi Arabika teras lembut dan tidak pekat ketika diseduh. Sehingga, Kopi Arabika dapat dikonsumsi dengan aman bagi seseorang yang mengidap penyakit lambung.

Kopi Robusta mengandung kafein yang terbilang tinggi, yaitu sekitar 1,8-4%, dengan kafein yang tinggi ini menghasilkan Kopi Robusta cenderung memiliki rasa yang pahit. Itulah tiga perbedaan antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta yang sangat jelas.

Kopi adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika, disana tanaman kopi tumbuh dengan liar di dataran tingginya, kemudian tanaman kopi mulai tersebar ke benua lain, seperti benua Eropa dan Asia. Untuk penyebaran tanaman Kopi di Indonesia bermula sejak Belanda masih menjajah Indonesia.

Kopi masuk ke Indonesia pertama kali dibawa pada masa pemerintahan VOC, tujuan awal kopi dibawa ke Indonesia adalah sebagai bahan penelitian, namun di Indonesia kopi sangat laku dan memberikan untung yang banyak bagi perdagangan VOC, sehingga semenjak saat itu banyak masyarakat yang membudidayakan kopi di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh oleh VOC menyebabkan penyebaran bibit kopi di seluruh kawasan Indonesia.

Peta Indonesia di Atas Biji Kopi
Sejarah Kopi

Beberapa kawasan di Indonesia menghasilkan kopi terbaik. Salah satu kopi Indonesia yang menghasilkan kopi terbaik dengan kualitas dunia yaitu KOPI ACEH.

KOPI ACEH

Biji Kopi Aceh
Biji Kopi Aceh

Aceh merupakan kawasan Indonesia paling Barat yang menghasilkan kopi terbaik di dunia. Adapun daerah di Aceh yang merupakan penghasil kopi terbaik di dunia adalah daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan daerah dataran tinggi dengan kesuburan tanah yang bagus.

Kesuburan tanah di Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan tanah yang mampu menghasilkan varietas kopi yang baru dengan cita rasa yang menarik. Rata-rata pekerjaan masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah sebagai petani kopi. Adapun jenis kopi yang sangat terkenal di Aceh yaitu kopi yang berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah yaitu kopi Arabica Gayo.

Dinamakan Kopi Arabica Gayo karena kopi ini tumbuh di dataran tinggi daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana orang-orang di daerah sana bersuku Gayo. Kopi Gayo memiliki cita rasa yang khas, dengan aroma yang kuat dan memiliki komponen yang kental.

Kopi Gayo memang memiliki kualitas kopi terbaik dunia, hal itu sudah dibuktikan dengan adanya penghargaan Internasional, pada 27 Mei 2010, Kopi Gayo mendapatkan Fair Trade CertifiedTM dari Organisasi Internasional Fair. Untuk dalam negeri, Kopi Gayo juga memperoleh sertifikasi dari Kemenkumham yaitu sertifikat Indikasi Geografis atau IG.

Pada bulan Oktober 2010, International Conference on Coffee Science, Bali menjadikan Kopi asal Aceh sebagai The Best No. 1 dibandingkan dengan jenis Kopi Arabika dari daerah lain.

Kopi Arabika Gayo merupakan komoditi perkebunan utama di Dataran Tinggi Gayo yang meliputi kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Masyarakat disana banyak yang menjadi petani kopi dengan luas perkebunan milik masyarakat mencapai 100.000 hektar.

Kopi Arabika Gayo ini mulai ditanam di daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah yaitu sejak tahun 1908, semenjak bibitnya dibawa oleh VOC dan dibudidayakan di kawasan Indonesia yang memiliki daerah dengan ketinggian rata-rata 1.200 mdpl.

Terdapat sumber lain yang menjelaskan bahwa Kopi Arabika dibawa masuk oleh Belanda ke daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah pada tahun 1924, yaitu setelah selesainya pembangunan Jalan Bireuen-Takengon pada tahun 1913.

Petani Kopi Aceh
Petani Kopi Aceh

Sejak tahun 1950an, permintaan pasar dunia terhadap Kopi Arabika mulai meningkat drastis, sehingga menarik minat masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk menanam Kopi Arabika Gayo. Semenjak saat itu Kopi Arabika Gayo mulai banyak ditanam di daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah, dan menjadi tempat produksi Kopi Arabika terluas di Indonesia.

Kopi Arabika Gayo memiliki keunikan yaitu cita rasanya yang berbeda tergantung dengan ketinggian tempat kopi tersebut ditanam. Oleh sebab itu, maka Kopi Arabika Gayo memiliki beberapa jenisnya tersendiri. Kopi Arabika Gayo juga memiliki beberapa jenis yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

  1. Bergendal

Varietas bergendal tumbuh di daerah perkebunan Bener Meriah yang berada di ketinggian 1.200 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Varietas bergendal sangat rentan terhadap penyakit karat daun. Meskipun begitu, varietas bergendal memiliki kualitas biji kopi yang sangat baik dan cita rasa yang khas yang sangat disukai oleh masyarakat.

Varietas Kopi Aceh
Varietas Kopi Aceh

Bergendal memiliki makna yang berasal dari bahasa Belanda yaitu dari kata Berg yang memiliki makna Gunung dan kata Dal yang berarti Lembah, sehingga oleh masyarakat Gayo banyak yang menyebutnya dengan kata “Bergendal”. Rasa yang dimiliki oleh Kopi Arabika Gayo dengan varietas Bergendal ini adalah fruity, herbal, spicy, low acidity, full body, dan long aroma after taste.

  1. Rambung

Kopi Rambung juga merupakan salah satu varietas kopi dari Kopi Arabika Gayo, Kopi Rambung memiliki bentuk biji yang lebih besar dan juga buah yang besar dan panjang dibandingkan dengan jenis Kopi Arabika Gayo yang lain.

Biji Kopi yang Tumpah dari Gelas
Biji Kopi Gayo

Kopi Rambung juga merupakan varietas Kopi Arabika Gayo yang tertua dan sekarang sudah mulai sulit untuk ditemui, dikarenakan pertumbuhan Kopi Rambung yang sangat cepat dan pesat sehingga harus memiliki lahan yang cukup luas untuk membudidayakan Kopi Arabika Gayo varietas Rambung.

  1. Sidikalang
Bij Kopi Gayo Takengon
Kopi Gayo Takengon

Kopi Sidikalang tumbuh di kawasan yang memiliki ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Kopi Sidikalang juga juga sama seperti varietas Bergendal yang rentan dengan penyakit karat daun meskipun ditanam di daerah yang tinggi yang sejuk dan dingin.

Meskipun mudah terjangkit oleh penyakit karat daun, varietas Sidikalang mempunyai masa hidup tanaman yang sangat panjang jika proses perawatan dan pembudidayaannya dilakukan dengan benar dan baik.

Varietas Sidikalang memiliki kualitas biji kopi yang sangat bagus, bahkan Kopi Sidikalang disukai oleh konsumen luar negeri, maka tak heran jika permintaan ekspor varietas Kopi Sidikalang sangat banyak.

  1. Lini Ethiopia

Varietas Kopi Arabika yang pertama kali sampai ke Indonesia yaitu pada tahun 1928 adalah Lini Ethiopia. Daerah yang pertama kali menanam Kopi Arabika varietas Lini Ethiopia adalah Aceh.

Kebun Kopi Aceh
Kebun Kopi Aceh

Biasanya varietas Lini Ethiopia ditanam dan tumbuh di daerah dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Kopi Lini Ethiopia memiliki karakter rasa yang begitu memikat jika diolah secara basah bukan kering.

Setelah dibudidayakan di Aceh, selanjutnya Kopi Lini Ethiopia ini dikembangkan dan ditanam di daerah Indonesia yang lain, yaitu di Sumatera dan Flores. Rasa yang dihasilkan oleh Kopi Arabika varietas Lini Ethiopia ini berbeda-beda dan beragam tergantung dengan kondisi dan keadaan dimana tanaman kopi ini ditanam dan tumbuh,

  1. Tim Tim Arabusta

Kopi varietas Tim Tim Arabusta mulai dibudidayakan di dataran tinggi Aceh pada tahun 1980-an. Sebelumnya kopi varietas Tim Tim Arabusta pertama kali merupakan hasil persilangan antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta yang ditanam pertama kali di Timor Timur pada tahun 1978. Oleh sebab itu, nama varietas kopi ini disebut dengan Tim Tim Arabusta.

Selain nama Tim Tim Arabusta, varietas kopi ini juga dikenal dengan nama varietas  Hybrido De Timor.

Varietas Kopi Tim Tim Arabusta memiliki mutu yang sangat baik, namun minat untuk konsumen luar negeri lumayan sedikit, akan tetapi minat untuk masyarakat Indonesia masih tinggi.

Kopi Arabika Gayo sendiri memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan kopi yang lain.

Keunggulan Kopi Arabika Gayo yang pertama adalah varietas kopi yang dihasilkan oleh petani dengan hasil biji kopi yang sangat berkualitas.

Varietas biji kopi yang banyak ditanam oleh petani yang ada di Aceh Tengah dan Bener Meriah yaitu varietas Gayo 1, Gayo 2, serta P88. Ketiga varietas kopi tersebut sudah diakuia sebagai varietas kopi yang unggul di Indonesia.

Keunggulan selanjutnya adalah iklim dan jenis tanah yang terdapat di wilayah dataran tinggi Aceh Tengah dan Bener Meriah yang memiliki tanah berbukit-bukit dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Dengan kondisi tanah seperti itu membantu proses produksi kopi organik, sehingga menghasilkan kualitas dan cita rasa kopi yang khas dan enak.

Selanjutnya Kopi Gayo memiliki keunikan dengan pengolahan basah yang dilakukan oleh para petani kopi disana. Pengolahan basah yang unik ini memberikan hasil cita rasa yang sangat berkualitas.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Kopi Arabika Gayo, maka tak heran jika Kopi Arabika Gayo berani menentukan harga jualnya tanpa memikirkan tolak ukut harga jual pasar dunia.

Kopi Arabika Gayo
Kopi Arabika Gayo

Hal ini disebabkan karena kualitas premium yang ditawarkan oleh Kopi Arabica Gayo, sehingga membuat para konsumen mampu dan berani untuk menawar dengan harga yang tinggi. Selain tu, harga ekspor dari Kopi Arabika Gayo ini akan mengalami kenaikan harga hingga tiga kali lipat.

Untuk merasakan kenikmatan Kopi Aceh bukanlah hal yang sulit jika kita berada di Aceh, karena seluruh daerah di Aceh memiliki warung kopi yang tersebar dimana-mana, mulai dari warung kopi biasa hingga caffe mewah. Sehingga terdapat istilah yang menyebutkan bahwa Aceh merupakan daerah yang dikenal dengan sebutan Negeri 1000 Warung Kopi.

Warung kopi yang tersedia di Aceh sangat mudah ditemukan dimana-mana, banyak juga terdapat warung kopi yang buka hingga 24 jam. Ada beberapa variasi kopi yang disajikan di warung kopi di Aceh, sehingga kita dapat merasakan sensasi berbeda saat menikmati kopi.

1.Kopi Sanger

Kopi Sanger
Kopi Sanger Aceh

Kopi Sanger merupakan varian kopi yang paling sering dan paling mudah kita temukan di warung kopi, selain itu kopi sanger juga sangat digemari oleh masyarakat, baik yang muda atau tua, baik perempuan atau laki-laki.

Kopi Sanger merupakan perpaduan antara Kopi Robusta, gula, dan kental manis. Dari perpaduan tersebut menciptakan cita rasa kopi pahit yang juga memiliki rasa manis.

 

2. Kopi BMW

Kopi BMW merupakan kopi dari hasil campuran antara kopi dengan telur ayam kampung dan gula. Sehingga kopi ini dipercaya oleh penikmatnya sebagai penambah stamina.

Kopi BMW
Kopi BMW

Cara pengolahan Kopi BMW ini yaitu pertama kali telur ayam kampung dikocok sampai mengembang kental dan mengeluarkan busa, kemudian baru ditambahkan dengan Kopi Aceh, lalu ditambahkan sedikit gula untuk memberikan rasa manis.

3. Kopi Pala

Kopi Pala
Kopi Pala

Kopi Pala adalah perpaduan antara kopi dengan bubuk buah pala, buah pala merupakan rempah-rempah yang paling banyak tumbuh di daerah Aceh Selatan.

Bubuk buah pala terlebih dahulu difermentasi, jika fermentasi semakin lama, maka kualitas bubuk buah pala akan semakin bagus dan menghasilkan rasa yang lebih nikmat.

 

 

4. Kopi Khop

Kopi Khop
Kopi Khop

Kopi Khop merupakan penyajian kopi yang unik, yaitu kopi disediakan dalam bentuk gelas terbalik dengan alasnya piring kecil, kemudian untuk cara mengonsumsi kopi khop yaitu meminumnya dengan menggunakan pipet.

Kopi Khop adalah perpaduan antara Kopi Robusta yang dicampur gula atau pun susu.

5. Nirapresso

Nirapresso
Nirapresso

Nirapresso adalah perpaduan antara Kopi Gayo dengan air nira, sehingga menghasilkan aroma kopi yang harum. Nirapresso akan lebih nikmat jika disajikan dalam kondisi dingin.

6. Kopi Kayu Manis

Kopi Kayu Manis adalah kopi yang dipadukan dengan kayu manis, sehingga menghasilkan perpaduan antara pahitnya kopi dan manis alami dari kayu manis.

Kopi Kayu Manis
Kopi Kayu Manis

Nah, itu dia penjelasan tentang Kopi Arabika Gayo, Kopi Aceh yang sudah mendunia, Gimana? Kamu tertarik gak untuk merasakan kenikmatan asli dari Kopi Arabika Gayo?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top