Minyeuk Pret, Parfum Aceh Pembangkit Khazanah Budaya

Minyeuk Pret, Parfum Aceh Pembangkit Khazanah Budaya

Sebutkan satu kata yang mencerminkan Aceh?

Maka anak millenial, akan menjawab “kopi”, pencinta kuliner menyebut “mie”, manusia baper berkata “tsunami, dan orang iseng bisa saja berujar “ganja”. Berbagai variasi warna jawaban diberikan hanya untuk mendeskripsikan satu kata.

Namun jika saya katakan, coba berikan satu kata yang mencerminkan Minyeuk Pret, maka kita akan sepakat untuk memilih kata Aceh untuknya.

Sebutkan satu kata yang mencerminkan Aceh?

Maka anak gaul akan menjawab “kopi”, pencinta kuliner menyebut “mie”, manusia baper berkata “tsunami, dan orang iseng bisa saja berujar “ganja”. Berbagai variasi warna jawaban diberikan hanya untuk mendeskripsikan satu kata.

Namun jika saya katakan, coba berikan satu kata yang mencerminkan Minyeuk Pret, maka kita akan sepakat untuk memilih kata Aceh untuknya.

Secara jujur saya katakan, jika bukan karena kehebohan brand minyeuk pret yang menggembar gemborkan minyak nilam sebagai komoditi ekspor nomor satu dunia yang berasal dari Aceh, niscaya merugilah saya. Bagaimana tidak, baru sekarang saya sadar bahwa fungsi dan harga minyak nilam Aceh yang luar biasa menjanjikan.

Sama halnya dengan ketidaktahuan orang-orang di luar sana yang dihebohkan dengan minyak nilam sumatera tanpa sama sekali mempopularkan asal usul tanah asli tempat sang nilam tumbuh bersemi. Semacam kerbau punya susu, sapi punya nama. Salah siapa? Mungkin saja kita, generasi yang kurang upaya mengenal dan memperkenalkan budaya.

Minyak Wangi Terbaik dari Aceh
Minyak Wangi Terbaik dari Aceh

Jika menilik kenyataan filosofi merek parfum yang diusung, nama Minyeuk Pret menawarkan sebuah terobosan melawan arus penamaan parfum di zaman yang serba kekinian. Bayangkan saja, disaat banyaknya indutri parfum dunia. Tak terkecuali di Indonesia,  sedang gentol-gentolnya menamai brand produk minyak wangi mereka dengan sederetan nama artis ternama seperti, parfum katy perry, lady gaga, dan sebagainya.

Apalagi jika bukan dengan tujuan agar produk mereka terjual dengan mudah di pasaran. Namun tidak dengan Minyeuk Pret. Mereka tetap ingin justru mengusung khazanah lokal yang namanya saja sangat asing bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, jangankan orang di luar Aceh yang tak paham bahasa, orang Aceh saja masih ada yang gagap khazanah budaya, seperti saya sendiri contohnya.

Mengenal Minyeuk Pret lebih jauh

Nah, disadari atau tidak, brand Minyeuk Pret tidak sekedar menjual produk semata. Namun, terdapat misi spesial untuk membangkitkan kesadaran akan khazanah budaya masa silam yang nyaris hilang. Istilah budaya yang mungkin pernah dianggap kuno dan hampir tergilas arus globalisasi, kini tampak apik dan kembali bergengsi. Minyeuk Pret bukanlah sekedar merek produk dalam industri perdagangan namun ada nafas budaya yang ingin kembali di hidupkan.

Varian Minyeuk Pret
varian wangi Minyeuk Pret Aceh

Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, semprot minyeuk pret, ingat Aceh. 

Hingga kini Minyeuk Pret telah hadir dalam 3 varian aroma khas negeri 1001 warung kopi, Aceh.

Pastinya bisa ditebak, salah satu aroma khasnya adalah kopi. Minyeuk pret menyajikan aroma kopi yang sayup-sayup menggoda. Ketika pertama kali mengendus aroma kopi dari parfum Minyeuk Pret rasanya saya seakan kembali merindukan kampung halaman. Layaknya mencium aroma kopi sungguhan yang direbus di dalam air bertungku kayu, ah begitu syahdu.

Aroma kopi sendiri dipercaya memberikan sensasi ketenangan dan rileksasi. Selain itu, aroma kopi juga membantu meningkatkan konsentrasi dan mendatangkan inspirasi. Layaknya guyonan yang sempat viral di dunia maya, KOPI (Ketika Otak Perlu Inspirasi), tampaknya benar adanya. Anda butuh relaksasi nuansa kopi? Minyeuk Pret aroma kopi tentu menjadi solusi yang sempurna.

Selain itu, terdapat pula salah satu aroma khas Aceh lainnya berasal dari wewangian bungong seulanga, salah satu flora asli Aceh yang cukup membahana. Belum ada brand pafrum di dunia ini yang mengangkat aroma legendari dari bunga seulanga, kecuali Minyeuk Pret.

Saya Ingin Membeli Minyeuk Pret Meulu Sekarang!

Bungong Seulanga sendiri kini sudah cukup jarang ditemukan di daerah perkotaan Aceh. Jangankan mengendus aromanya, rupanya saja orang sudah mulai lupa. Jangan sampai kita hanya meninggalkan cerita dan irama kepada anak cucu kelak, sehingga seulanga bisa-bisa dianggap bunga legenda yang diada-ada.

Adapun dengan sang Meulu yang aromanya lembut dan manis, bunga ini kala dulu digunakan sebagai aroma pewangi air mandi. Sebelum berbagai merek produk bayi menjarah bumi serambi kini, dulu bunga meulu cukup tenar digunakan sebagai produk perawatan dan wewangian terutama untuk para bayi, begitu kata umi ketika saya tanyakan kepadanya tentang kegunaan bunga meulu dahulu. Syukur kini saya paham akan aroma sang Meulu dalam baluran Minyeuk Pret.

 

By : Ayu ‘Ulya (Ayuulya.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *